Senin, 09 Juli 2018
Minggu, 27 Mei 2018
Rabu, 25 April 2018
Softskill 2
MENGANALISIS TENTANG PERTUMBUHAN
DAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN EKONOMI DI INDONESIA
Disusun Oleh :
Nama : Nadia Damayanti
NPM /Kelas : 26217653 / 1EB18
Mata Kuliah :
Perekonomian Indonesia# (Softskill)
Dosen :
Joko Utomo, S.E., MMSI
UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2017/2018
Menganalisis Tentang Pertumbuhan Dan Pemerataan Pembangunan
Ekonomi Di Indonesia
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perekonomian
Indonesia sedang mengalami kenaikan yang cukup baik, dengan pertumbuhan diatas
5 persen setiap kuartal. Saat ini pemerintah berupaya untuk melakukan reformasi
struktural untuk mendongkrak kinerja ekonomi. Sekaligus memungkinkan ruang
fiskal untuk memulai dan merampungkan rencana proyek besar infrastruktur di
berbagai penjuru Tanah Air. Disamping itu, Pertumbuhan perekonomian Indonesia
masih lambat akibat dari berbagai permasalahan yang dihadapi sekarang ini. Seperti
pengangguran, kemiskinan, dan berakibat pada kesenjangan sosial.
Badan
Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi 2017 hanya 5,07 persen dari
target 5,2 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan
2017. Perekonomian Indonesia 2017 ini diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto
(PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp13.588,8 triliun dan PDB perkapita
mencapai Rp51,89 juta atau US$3.876,8. Ekonomi Indonesia tahun 2017 yang tumbuh
5,07 persen ini lebih tinggi dibanding capaian tahun 2016 sebesar 5,03 persen.
Kemiskinan
dan pengangguran merupakan permasalahan yang melekat di Indonesia. Masalah
tersebut harus segera diatasi, karena jika tidak diatasi akan berdampak pada
meningkatnya kriminalitas. Pemerataan pembangunan yang sedang dalam proses pun
harus dilaksanakan dengan baik. Jika pemerataan tidak menyeluruh maka akan
timbul masalah baru yaitu kesenjangan sosial. Di lingkungan masyarakat
kesenjangan sangat terlihat, misalnya banyak pembangunan gedung-gedung tinggi
yang dibangun ditengah pemukiman kumuh. Kemudian pemerintah belum melakukan
pembangunan secara merata, hanya focus kepada satu atau beberapa daerah saja.
Banyak daerah yang belum dibangun dengan baik. Masalah-masalah yang selama ini
menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia harus segera diatasi.
B.
Rumusan Masalah
- Apa saja dampak pertumbuhan ekonomi?
- Jika dilihat dari data statistik, bagaimana perkembangan pengangguran, kemiskinan, dan pendapatan per kapita di Indonesia?
- Apa saja permasalahan yang belum bisa diselesaikan oleh pemerintah Indonesia, khususnya dibidang ekonomi?
C.
Tujuan
Tujuan saya membuat makalah yang berjudul “Menganalisis Tentang Pertumbuhan Dan Pemerataan Pembangunan
Ekonomi Di Indonesia”
adalah untuk mengetahui dampak pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menganalisis
sudah terealisasi atau tidak pemerataan pembangunan di Indonesia.
BAB
II
ISI
Pertumbuhan
ekonomi adalah suatu proses bertambahnya kapasitas produksi suatu perekonomian
yang diwujudkan dalam bentuk bertambahnya pendapatan nasional suatu negara
tersebut. Sedangkan Pembangunan ekonomi adalah suatu proses yang menyebabkan
bertambahnya pendapatan perkapita dan pendapatan total suatu penduduk dalam
masyarakat dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai
dengan adanya perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan
masyarakatnya, yaitu perubahan baik segi teknologi, kelembagaan maupun pola
pikir masyarakatnya. Pembangunan ekonomi akan mendorong dalam tumbuhnya ekonomi
suatu negara. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi akan memperlancar proses
pembangunan ekonomi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat
pertumbuhan ekonomi 2017 hanya 5,07 persen dari target 5,2 persen dalam
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2017. Perekonomian
Indonesia 2017 ini diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar
harga berlaku mencapai Rp13.588,8 triliun dan PDB perkapita mencapai Rp51,89
juta atau US$3.876,8. Ekonomi Indonesia tahun 2017 yang tumbuh 5,07 persen ini
lebih tinggi dibanding capaian tahun 2016 sebesar 5,03 persen. Namun, masih banyak
permasalahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi, antara lain :
1. Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan
untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung,
pendidikan, dan kesehatan. Pertumbuhan ekonomi dapat mengurangi kemiskinan,
karena dengan adanya pertumbuhan ekonomi berarti terdapat peningkatan produksi
sehingga menambah lapangan pekerjaan. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis
tingkat angka kemiskinan yaitu Data BPS per September 2016 lalu, terdapat 27,76
juta penduduk miskin. Sedangkan pada September 2017, jumlah penduduk miskin
turun jadi 26,58 juta atau berkurang 1,18 juta jiwa dalam setahun.
Menurut data tersebut Indonesia mengalami penurunan angka
tingkat kemiskinan. Faktor yang mendorong terjadinya penurunan angka tingkat
kemiskinan September 2017 di antaranya inflasi 2017 yang tetap terjaga,
meningkatnya upah riil buruh tani dalam 6 bulan terakhir, serta integrasi program-program
kemiskinan seperti Kartu Indonesia Pintar, Kartu Jakarta pintar, dan
sebagainya.
2. Pengangguran
Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja sama sekali,
sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau
seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Masalah
pengangguran sangat sulit untuk diatasi, sektor-sektor perekonomian di
Indonesia yang seharusnya mampu menyerap banyak tenaga kerja, seperti sektor
industri manufaktur, perdagangan, dan juga pertanian, justru belum mampu mengurangi
pengangguran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat
pengangguran terbuka di Indonesia meningkat menjadi 5,50 persen per Agustus
2017 dari yang sebelumnya 5,33 persen pada Februari tahun ini. Tingkat pengangguran
didominasi oleh penduduk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Berdasarkan
data BPS, tingkat pengangguran dari lulusan SMK per Agustus 2017 meningkat
menjadi 11,41 persen dari yang sebelumnya 11,11 persen di bulan yang sama pada
tahun lalu. Perlu ada pembenahan dari bidang pendidikan.
Saat ini
pemerintah Indonesia dalam proses pembanguna infrastruktur, pembangunan ekonomi
dapat memperlancar pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan pemerataan
pembangunan. Namun, pada kenyataannya kesenjangan ekonomi masih menjadi
permasalahan yang besar. Kesenjangan ekonomi adalah terjadinya ketimpangan
dalam distribusi pendapatan antara kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi
dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Masyarakat kelas atas cenderung
lebih menikmati hasil pembangunan dari pemerintah dibandingkan masyarakat kelas
bawah. Sehingga kemiskinan dan pengangguran sulit untuk diselesaikan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pertumbuhan ekonomi di Indonesia cukup baik dilihat dari
menurunnya tingkat anga kemiskinan dan pemerintah saat ini sedang dalam proses
pemerataan pembangunan. Disamping itu, tingkat pengangguran masih sulit
diatasi. Hal ini dikarenekan kurangnya sumber daya manusia yang terampil dan
berkualitas. Pertumbuhana ekonomi tergantung dengan pendapatan perkapita dan
pendapatan penduduknya. Semakin tinggi pendapatan penduduknya maka akan semakin
tinggi pula pertumbuhan ekonomi di negara tersebut, dan sebaliknya dengan
rendah nya pendapatan penduduk maka akan berdampak pada rendahnya pendapatan nasional
pada negara itu sendiri. Kemudian, jika pemeretaan pembangunan tidak dilakukan
secara merata akan menimbulkan kesenjangan. Banyak masyarakat bawah yang
seharusnya menikmati juga hasil pemerataan tersebut, tidak terealisasi karena
masyarakat atas cenderung lebih berkuasa.
B.
Saran
Untuk
itu, pemerintah harus lebih hati-hati dalam melaksanakan program dengan matang,
agar seluruh masyarakat dapat menikmati hasil pemerataan pembangunan tersebut.
Sehingga tidak ada lagi kesenjangan yang terjadi di Indonesia. Penyelenggara
pendidikan dan juga industri menjalin komunikasi untuk mempersiapkan lulusan
yang mampu memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan oleh sektor industri.
Jika sumber daya manusianya berkualitas, pengangguran dan kemiskinan dapat
teratasi dengan mudah.
BAB IV
REFERENSI
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/01/09/174725326/bappenas-penurunan-angka-kemiskinan-2017-tertinggi-dalam-10-tahun-terakhir.
Diakses pada : 9 Januari 2018
https://tirto.id/bps-pertumbuhan-ekonomi-2017-hanya-507-dari-target-52-persen-cEiG.
Diakses pada : 5 Februari 2018
https://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/pengangguran/item255?.
Diakses pada : Maret 2018
https://www.cekkembali.com/pengertian-pertumbuhan-ekonomi/.
Diakses pada : Januari 2018
Selasa, 27 Maret 2018
Opini tentang Kondisi Sistem Perekonomian Indonesia
MENGULAS TENTANG SISTEM
PEREKENOMIAN YANG DITERAPKAN TERHADAP KONDISI EKONOMI DI INDONESIA
Disusun Oleh :
Nama : Nadia Damayanti
NPM /Kelas : 26217653 / 1EB18
Mata Kuliah: Perekonomian Indonesia#
Mata Kuliah: Perekonomian Indonesia#
Dosen :
Joko Utomo, S.E., MMSI
UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2017/2018
Mengulas Tentang Sistem Perekonomian yang Diterapkan Terhadap Kondisi Ekonomi di Indonesia
BAB I
PENDAHULUAN
Sistem
perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu Negara dengan
mengalokasikan sumber daya yang dimiliki untuk mengatur kehidupan ekonominya
agar tercapai kesejahteraan bagi rakyatnya. Setiap negara menganut sistem ekonomi yang berbeda-beda, dan
saat ini Indonesia menerapkan Sistem perekonomian Pancasila. Kondisi
perekonomian Indonesia meningkat cukup baik, tetapi baik belum tentu dikatakan
mencapai keadaan stabilitas dan tercapainya kesejahteraan yang merata bagi
masyarakat. Pertumbuhan perekonomian Indonesia masih lambat akibat dari
berbagai permasalahan yang dihadapi sekarang ini.
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyebut kondisi Indonesia saat ini semakin baik dengan
pertumbuhan ekonomi di atas lima persen setiap kuartal tahun ini. Ia
mengatakan, upaya pemerintah untuk melakukan reformasi struktural untuk
mendongkrak kinerja ekonomi mulai menampakkan hasil. Sekaligus memungkinkan
ruang fiskal untuk memulai dan merampungkan rencana proyek besar infrastruktur
di berbagai penjuru Tanah Air. Perekonomian Indonesia yang tumbuh lebih dari 5
persen setiap kuartal tahun ini dan diperkirakan oleh pemerintah akan meningkat
5,4 persen pada 2018.
Namun, pada kenyataannya masih banyak permasalahan yang
harus diselesaikan seperti pengangguran, kemiskinan, dan sebagainya. Pemerintah
terus bekerja keras dalam hal reformasi, termasuk memangkas subsidi bahan bakar
sehingga tercipta ruang fiskal yang lebih longgar untuk dialihkan membiayai
pembangunan jalan, jalur kereta api, dan pelabuhan. Maka dari itu, saya akan
mengulas tentang sistem perekonomian yang diterapkan terhadap kondisi ekonomi
di Indonesia.
BAB
II
ISI
Sistem
perekonomian yang diterapkan di Indonesia adalah Sistem perekonomian Pancasila
atau disebut juga sistem ekonomi demokrasi. Sistem perekonomian pancasila
adalah suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari
falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan
kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan
pemerintah. Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik
golongan ekonomi lemah maupun pengusaha aktif dalam usaha mencapai kemakmuran
bangsa. Selain itu, negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan
mengarahkan kegiatan perekonomian. Dengan demikian terdapat kerja sama dan saling
membantu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Kondisi perekonomian Indonesia yang
menerapkan sistem ekonomi pancasila semakin membaik. Jika dilihat dari
Pendapatan Domestik Bruto (PDB), yaitu pertumbuhan
ekonomi di atas 5% setiap kuartal tahun ini dan diperkirakan oleh pemerintah
akan meningkat 5,4% pada 2018. PDB Indonesia salah satu yang terbesar dari 20
negara di dunia dan masuk dalam anggota G-20. Pemerintah terus bekerja keras
dalam hal reformasi, termasuk memangkas subsidi bahan bakar sehingga tercipta
ruang fiskal yang lebih longgar untuk dialihkan membiayai pembangunan jalan,
jalur kereta api, dan pelabuhan.
Menurut Menteri Perekonomian Darmin Nasution, ekonomi Indonesia terus
menunjukkan perbaikan. Hal itu dapat dilihat dari beberapa indikator ekonomi
seperti kemiskinan yang menurun, pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi
terkendali, ketimpangan pendapatan menurun dan pengangguran yang juga menurun.
Kemudian Infrastruktur di Indonesia sedang dalam proses pembangunan secara
merata. Dilihat dari inflasi, pemerintah berhasil mengelola dengan baik yaitu
dibawah 4%. Sedangkan, mengenai Investasi asing pada PT.Freeport Indonesia,
pemerintah sedang berupaya untuk menetapkan saham 51% untuk pihak Indonesia dan
49% untuk pihak asing.
Indonesia mempunyai kekayaan alam
yang melimpah, Pemerintah Indonesia saat ini sedang memfokuskan pembangunan infrastruktur
sektor pariwisata. Pemasukan devisa maupun penyerapan tenaga kerja dalam sektor
pariwisata dapat meningkatkan devisa Negara, meningkatkan lapangan kerja, bertambahnya
investasi dan pendapatan domestik bruto (PDB) suatu Negara. World Bank mencatat
hanya dengan investasi di industri pariwisata sebesar US$1 juta mampu
menyumbang 170% dari PDB. Industri pariwisata mampu menggerakkan usaha kecil
menengah seperti kuliner, cinderamata, transportasi dan lainnya. Hal ini
membuktikan bahwa pemerintah menerapkan salah satu ciri sistem ekonomi
pancasila yaitu “Bumi, air, dan kekayaan
alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk
sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.”.
Secara keseluruhan pembangunan
ekonomi berjalan cukup baik meskipun belum optimal. Beberapa daerah masih ada saja
permasalahan seperti kemiskinan, pengangguran yang cukup banyak. Untuk itu, dalam
sistem perekonomian pancasila ekonomi kreatif sangat diperlukan untuk
meningkatkan nilai tambah. Sehingga dapat menghasilkan produk yang bernilai
tinggi dan berkontribusi besar pada perekonomian. Ekonomi kreatif seperti dibidang kuliner, Perfilman, fashion,
dan sebagainya dapat memberikan kontribusi sebesar 7,38% terhadap total
perekonomian nasional dengan total PDB sekitar Rp. 852,24 Triliun. Pemerintah
melalui Badan Ekonomi Kreatif melakukan upaya untuk mengembangkan sektor kreatif
di Tanah Air. Terutama dalam hal ketersediaan data dan informasi statistik yang
menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan serta keputusan, baik bagi pemerintah
maupun pelaku ekonomi kreatif. Hal ini untuk mengurangi penggangguran dan
kemiskinan di Indonesia.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Sistem perekonomian Indonesia menerapkan sistem ekonomi
pancasila. Menurut saya Indonesia sebagian besar sudah menerapkan
kebijakan-kebijakan pada sistem perekonomian pancasila. Salah satunya adalah
lebih memfokuskan pada sektor pariwisata, kekayaan alam Indonesia sangat
melimpah dan dapat dimanfaatkan jika dilestarikan dan dipelihara dengan baik.
Terbukti bahwa sektor pariwisata telah meningkatkan pendapatan domestik bruto Indonesia
dan devisa Negara. Kemudian pemerintah saat ini sedang menargetkan
pengambilalihan saham 51% pada PT.Freeport. Maka dari itu, kondisi Indonesia
saat ini lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya walaupun perkembangannya
sedikit lambat.
B.
Saran
Ciri-ciri
sistem ekonomi pancasila salah satunya adalah “Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan
sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum”.
Sebaiknya ekonomi kreatif harus dikembangkan, karena banyak manfaat dan
kontribusi yang baik untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Banyak sektor ekonomi
kreatif yang dapat dikembangkan seperti Fashion, kuliner, dunia perfilman, dan
sebagainya. Pemerintah harus mendukung ekonomi kreatif agar terealisasinya
kesejahteraan masyarakat. Dengan
demikian terdapat kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, swasta, dan
masyarakat.
BAB IV
REFERENSI
Langganan:
Postingan (Atom)

